Sabtu, 03 November 2012

makna kehidupan

Kadang kala kita berbeda dalam memaknai filosofi kehidupan yang ada didunia ini,hal ini karena perbedaan faktor internal dalam individu itu sendiri maupun faktor eksternal yang mempengaruhi kehidupan masing-masing manusia,kadang kita sulit memahami tata nilai yang sudah diyakini dan dianut seseorang sesuai tata nilai  kita,seperti pengamatan dan perenungan saya dalam menjalani kehidupan ini banyak sekali tata nilai dalam kehidupan didunia ini yang dianut oleh manusia.
Dalam tataran kadar ilmu ,pengalaman dan kadar pengetahuan serta keterbatasan saya dalam mendifinisikan makna kehidupan ini,saya melihat ada orientasi-orientasi kehidupan manusia yang sangat berpengaruh dalam filosofi kehidupan manusia,tentunya orientasi tersebut dipengaruhi faktor internal dan faktor eksternal atau lingkungan dalam kehidupannya.
faktor internal yang saya fahami disini adalah, dalam kehidupan seseorang tentunya tidak lepas dari kondisi bawaan yang merupakan karunia Alloh SWT baik itu kekurangan maupun kelebihan dalam kecerdasan manusia, meliputi kecerdasan intelektual,emosional,sosial dan spiritual. faktor kecerdasan ini juga tidak lepas dari pengaruh  faktor lingkungan dalam menentukan tingkat-tingkat kecerdasan yang bersangkutan,Seorang anak yang hidup dalam kondisi lingkungan keluarga dgn standar pendidikan intelektual yang tinggi tentunya akan terbawa dalam orientasi standar intelektual yang tinggi pula,begitu juga seorang anak yang hidup di lingkungan keluarga yang penuh konflik dan penuh dengan kekerasan  dikehidupannnya  maka kecerdasan emosionalnya akan mencerminkan pengalaman masa lalu dalam lingkungan emosi yang dia alami,tentu hasilnya akan menciptakan manusia-manusia yang tidak menghargai kehidupan emosional yang baik dalam berinteraksi di lingkugan hidupnya.
Seseorang manusia bisa berubah orientasi kehidupannya yang akan merubah filosofi kehidupan dirinya dikarenakan bersumber dari dalam diri maupun dukungan lingkungan dalam merubah orientasi kehidupannya,tentunya faktor kecerdasan bawaan dalam diri manusia itu sendiri dalam merespon referensi-referensi pengalaman hidupnya juga berpengaruh dalam merubah orientasi hidup dan filosofi kehidupannya,
Seorang yang lemah dalam kecerdasan spiritual tentunya sulit untuk bisa memahami fenomena-fenomena yang ada didunia contohnya hukum alam yang teratur dimana ada Maha Pengatur,kejadian-kejadian dan peristiwa dalam kehidupannya yang merupakan hukum-hukum alam yang diciptakan dalam Taqdir dan Kehendak Alloh SWT.Hal ini tidak lepas dari faktor individu yang dipengaruhi faktor petunjuk baik berupa ide ,inspirasi,informasi serta  pengaruh dari kekuatan lingkungan yang berinteraksi degan berbagai kecerdasan potensial yang dimiliki oleh manusia itu sendiri,karena semakin cerdas seseorang diberbagai tingkat multi kecerdasan yang di punyainya akan semakin banyak bekal dalam merespon interaksi dengan berbagai fenomena kehidupan.
Kadar kemampuan dalam memaknai kehidupan yang bersumber dari orientasi kehidupan yang berpengaruh terhadap filosofi kehidupan masing-masing orang tentunya berbeda seseuai standar orientasi dari masing-masing kehidupannya,contoh misal jika kita berikan uang Rp 100 juta kepada 5 orang dengan kadar 5 orientasi kehidupan  yang berbeda tentunya akan berpengaruh terhadap penggunaan dan pemanfaatan dari uang tersebut mungkin akan uang tersebut akan digunakan untuk memuaskan kepuasan nafsu,ada yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan primernya mungkin akan digunakan untuk membantu orang lain atau mungkin untuk menambah standar kualitas hidup dunia dan akheratnya.
Sekolah Kehidupan kita maknai dengan bagaimana kita belajar untuk selalu memahami makna kehidupan kita secara utuh baik kehidupan sebelum adanya kehidupan kita sekarang ini,adanya proses kehidupan kita saat ini dan bagaimana kita memahami kehidupan setelah kita tidak hidup didunia sekarang ini.
Dalam hal ini saya mengajak untuk saling berbagi dalam memaknai kehidupan ini melalui sekolah kehidupan kita masing-masing sesuai kadar kemampuan informasi,ilmu pengetahuan,dan interaksi kehidupan kita masing-masing,tentunya hal ini bertujuan saling membantu kita dalam berbagi pengalaman menjalani kehidupan kita sekarang ini dengan tujuan untuk mengevaluasi masa lalu kita untuk bahan perbaikan masa depan dan untuk bekal kita dalam menata kehidupan didunia agar tidak salah memahami dan menafsirkan kehidupan selanjutnya yang nantinya tidak salah jalan dalam menghadapi kehidupan akhir nanti.
 Mohon maaf jika ada salah kata dalam penulisan, bahasa dan teori-teori yang bersifat subyektif  karena hal ini meupakan pengalaman pertama saya dalam melakukan penulisan.Hal tersebut tidak lepas karena keterbatasan referensi dan rujukan yang saya peroleh ,jika ada masukan-masukan untuk menambah diskusi Sekolah Kehidupan dan Makna  Kehidupan ini saya sangat apresiasi sekali.